Tentang Agro Silva Mandiri
Agro Silva Mandiri adalah perusahaan yang bergerak di bidang General Trading, khusunya Pakan Ternak dan Produk Hasil Pertanian. Sejak tahun 2009 kami berkecimpung di bidang pertanian dan suplier bahan pakan ternak seperti Bungkil kopra, bungkil sawit, wheat pollard,DDGS, mie afkir,susu afkir, biskuit afkir, kopra dll
Bahan-bahan di atas sebagai bahan untuk pembuatan konsentrat pakan ternak yang dapat membantu peningkatan produktivitas ternak anda. Dibidang pertanian kami membantu penjualan kopra dan hasil bumi lainnya .
Bahan-bahan di atas sebagai bahan untuk pembuatan konsentrat pakan ternak yang dapat membantu peningkatan produktivitas ternak anda. Dibidang pertanian kami membantu penjualan kopra dan hasil bumi lainnya .
PRODUK PAKAN TERNAK
Beberapa Produk Bahan Pakan Ternak
Berikut Kami sampaikan beberapa produk bahan pakan ternak dan hasil/olahan produk pertanian seperti di bawah ini
Kami Siap Membantu Anda
Untuk Mendapatkan Bahan Pakan Ternak yang Terbaik

Bungkil Kopra
Dalam Industri pengolahan kelapa terdapat limbah yang disebut bungkil kopra. Bungkil kopra baik untuk campuran ransum pakan ternak ruminantia maupun unggas serta ikanDalam dunia perdagangan terdapat 3 jenis bungkil kopra yaitu chips yang masih mengandung kadar minyak 9-10 %, baunya sangat harum, selanjutnya bungkil kopra berupa ekstrak (meal) dimana kadar minyaknya sekitar 2 %, dan jenis yang ketiga adalah berupa pellet yaitu pengolahan dr bahan ekstrak tadi Secara fisik bungkil kelapa berwarna coklat muda sampai coklat tua, harum baunya merangsang nafsu makan terutama untuk ruminantia.
Kandungan yang terdapat dalam bungkil kopra adalah protein antara 21-22 % dan kandungan energy metabolismanya sekitar 1540 Kkl/kg. Bungkil kelapa yang umum digunakan adalah sebagai sumber protein nabati (Rachmatun, 2001)

Bungkil Sawit
Bungkil sawit adalah hasil sampingan pengolahan inti sawit dapat dipakai untuk komponen dalam pembuatan konsentrat pakan ternak. Bungkil sawit pada umumnya dipakai untuk ternak ruminantia sedangkan non ruminantia prosentasi pemakaia relative lebih rendahBIS mempunyai 12-14% protein, Serat kasar 12-18%, lemak 10,5%. Oleh karena itu, bungkil inti sawit sangat baik untuk dimanfaatkan untuk pakan ternak. Pada sapi perah BIS ini bisa digunakan 20% dari bahan ransum sebaiknya digiling terlebih dahulu sedangkan untu sapi potong sebagian besar tidak di giling pemakaian berkisar 30 % dari bahan ransum.
Kualitas bungkil sawit cukup bervariasi terutama dilihat dari kadar cangkang sawitnya. Kualitas tersebut dipengaruhi oleh jenis pengolahan di pabriknya dan bahan baku yang dipakai, sebab cangkang sawit ini ada yang tipis maupun tebal.
Untuk mengatasi masalah kecernaan BIS yang rendah, perlu dilakukan upaya peningkatan kecernaan bungkil kelapa sawit dengan penambahan enzim (selulase, xylanase, amilase, protease, dan phytase) sehingga nutrisi dalam BIS dapat dimaksimalkan.[5] Selain itu, dapat juga dilakukan fermentasi substrat padat menggunakan mikrob penghasil protease dan karbohidratase, seperti Rhizopus oligosporus, Aspergillus niger atau Eupenicilium javanicum.
Kapang ini dapat menurunkan kadar serat kasar dan neutral detergent fiber.[4]
Selain itu, pada fermentasi BIS dengan kapang, dihasilkan peningkatan kecernaan protein dan karbohidrat.
Adapun pertumbuhan kapang dalam fermentasi ini dipengaruhi oleh kadar air, di mana kadar air optimum sekitar 40-60%.[5] Dengan demikian, diharapkan bahan pakan yang dihasilkan dalam jumlah besar dan berkualitas .(sumber Wikipedia)

Kulit Kopi
Limbah sampingan dalam proses pengolahan kopi adalah kulit kopi yang terdiri dari du macam yaitu kulit luar dan kulit ari kopi. Limbah tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan ransum pakan ternak ruminantia. Kandungan protein kasar pada kulit kopi sebesar 8,5 % sehingga hal ini menjadi pertimbangan dalam penyusunan ransum pakan ternak.Walaupun demikian terdapat beberapa faktor pembatas penggunaan kulit kopi, diantaranya cukup tingginya kandungan serat kasar serta mengandung zat antinutrisi seperti tannin dan kafein. Serat kasar merupakan komponen bahan pakan yang sulit dicerna oleh organ pencernaan ternak. Keberadaan fraksi serat ini akan mempengaruhi kecernaan dan penyerapan zat-zat makanan lainnya termasuk didalamnya protein, mineral dan vitamin.
Untuk meningkatkan mutu dari kulit kopi dapat dilakukan dengan jalan difermentasi, sehingga kandungan protein dan energinya meningkat sedangkan kandungan serat kasarnya menurun. Hasil kajian Parwati et al. (2008) kulit kopi yang difermentasi dengan Aspergillus niger mampu menggantikan dedak padi yang selama ini sebagai pakan konsentrat untuk ternak sapi. Hal ini menunjukan bahwa dengan sentuhan teknologi dapat menjadikan kulit kopi sebagai bahan pakan yang lebih bermutu.

DDGS
Limbah sampingan dalam proses pengolahan kopi adalah kulit kopi yang terdiri dari du macam yaitu kulit luar dan kulit ari kopi. Limbah tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan ransum pakan ternak ruminantia. Kandungan protein kasar pada kulit kopi sebesar 8,5 % sehingga hal ini menjadi pertimbangan dalam penyusunan ransum pakan ternak.Walaupun demikian terdapat beberapa faktor pembatas penggunaan kulit kopi, diantaranya cukup tingginya kandungan serat kasar serta mengandung zat antinutrisi seperti tannin dan kafein. Serat kasar merupakan komponen bahan pakan yang sulit dicerna oleh organ pencernaan ternak. Keberadaan fraksi serat ini akan mempengaruhi kecernaan dan penyerapan zat-zat makanan lainnya termasuk didalamnya protein, mineral dan vitamin.
Untuk meningkatkan mutu dari kulit kopi dapat dilakukan dengan jalan difermentasi, sehingga kandungan protein dan energinya meningkat sedangkan kandungan serat kasarnya menurun. Hasil kajian Parwati et al. (2008) kulit kopi yang difermentasi dengan Aspergillus niger mampu menggantikan dedak padi yang selama ini sebagai pakan konsentrat untuk ternak sapi. Hal ini menunjukan bahwa dengan sentuhan teknologi dapat menjadikan kulit kopi sebagai bahan pakan yang lebih bermutu.

Wheat Pollard
Limbah sampingan dalam proses pengolahan gandum menjadi terigu, kalau di pengilingan padi ada keluar limbah yang bernama dedak, kalau dlm proses terigu limbah tersebut dinamai dengan wheat pollard.Wheat polllard banyak digemari oleh petani peternak dalam membuat ransum baik untuk Ruminantia maupun unggas
Protein Kasar yang dikandung wheat pollard sekitar 15-18%, mudah di cerna dan kandungan serat kasar yang baik.

Tepung Biskuit
Biskuit adalah bahan makanan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat yang mengandung nutrisi yang lengkap. Dalamproses pembuatannya sering ditemui mengalami kerusakan dan digolongkan sebagai biskuit rijectBiskuit riject dapat digunakan untuk pakan ternak sapi, kambing, ayam, bebek. Hal yang harus diperhatikan dalam keputusan pemakaian biskuit untuk pakan ternak adalah kontinuitasnya sebab apabila tidak kontinu akan merubah komposisi ransum pakan ternak.
Biskuit memiliki aroma khas yang mengundang selera, juga lengkap rasanya ada manis dan asin, sehingga ternakpun suka memakannya. Syarat Mutu Biskuit Menurut SNI 01-2973-1992, harus memiliki kandungan Protein Minimum 9% Lemak Minimum 9.5% , Karbohidrat Minimum 70% , Kalori (kal/100 gr) Minimum 400. Dengan pertimbangan nutrisi dari biskuit rijek baik untuk pakan ternak dan harganya cukup terjangkau maka saat ini semakin banyak para peternak mencari bahan tersebut.
Hubungi Kami
Anto Darsanto
Hubungi saya via kontak di bawah ini atau langsung tekan salah satu tombol chat berikut